Periode 3 bulan digunakan untuk membuat analisis yang lebih menyeluruh, bukan hanya melihat angka satu periode.
Struktur:
- Mengapa riset 3 bulan penting
- Menyiapkan data 90 hari
- Membandingkan performa bulan 1, 2, dan 3
- Analisis pertumbuhan traffic
- Analisis CTR
- Analisis CPC
- Analisis conversion rate
- Analisis pesanan
- Analisis omzet/GMV
- Analisis biaya iklan
- Analisis ROAS
- Identifikasi produk unggulan
- Identifikasi produk yang perlu dihentikan/dikurangi
- Analisis tren performa
- Evaluasi efisiensi budget
- Strategi scaling
- Penyusunan laporan akhir
- Rekomendasi strategi periode berikutnya
Analisis iklan marketplace akan menjadi lebih informatif ketika data dikumpulkan secara konsisten dalam periode yang cukup panjang.
Setelah melakukan riset satu dan dua bulan, tahap berikutnya adalah riset iklan Shopee 3 bulan.
Periode tiga bulan atau sekitar 90 hari memungkinkan pemilik toko melihat perkembangan campaign secara lebih menyeluruh.
Bukan hanya membandingkan bulan pertama dan kedua, tetapi juga melihat apakah sebuah perubahan bertahan pada bulan ketiga.
H2: Apa Itu Riset Iklan Shopee 3 Bulan?
Riset iklan Shopee 3 bulan adalah proses mengumpulkan, membandingkan, dan menganalisis performa Shopee Ads selama tiga periode bulanan.
Contohnya:
- Bulan 1: Januari
- Bulan 2: Februari
- Bulan 3: Maret
Data tersebut kemudian dibuat menjadi satu laporan analisis.
Tujuannya adalah menemukan pola, perubahan, dan area yang membutuhkan optimasi.
H2: Mengapa Periode 3 Bulan Penting?
H3: Melihat Tren yang Lebih Panjang
Data tiga bulan memungkinkan pemilik toko mengetahui apakah peningkatan atau penurunan hanya terjadi sementara atau berulang.
H3: Mengevaluasi Eksperimen
Jika strategi baru diterapkan pada bulan kedua, bulan ketiga dapat digunakan untuk melihat keberlanjutan hasilnya.
H3: Menyusun Strategi Berikutnya
Data tiga bulan dapat menjadi dasar penyusunan rencana budget dan campaign berikutnya.
H2: Metrik Utama dalam Riset Shopee Ads 3 Bulan
H3: Impression
Gunakan impression untuk melihat perubahan exposure dari bulan ke bulan.
H3: Click dan CTR
Analisis click dan CTR untuk mengetahui perubahan respons pengguna terhadap iklan.
H3: CPC
CPC membantu melihat perubahan biaya mendapatkan traffic.
H3: Orders
Jumlah order menjadi salah satu indikator output transaksi.
H3: Conversion Rate
Conversion membantu memahami kualitas traffic yang diperoleh.
H3: Advertising Cost
Biaya iklan perlu dibandingkan dengan omzet dan margin.
H3: ROAS
ROAS membantu menghubungkan revenue teratribusi dengan biaya iklan.
H2: Contoh Struktur Laporan 3 Bulan
| Metrik | Bulan 1 | Bulan 2 | Bulan 3 |
|---|---|---|---|
| Impression | 80.000 | 95.000 | 120.000 |
| Click | 2.000 | 2.500 | 3.100 |
| CTR | 2,5% | 2,63% | 2,58% |
| Biaya | Rp1 jt | Rp1,2 jt | Rp1,5 jt |
| Orders | 70 | 95 | 125 |
| Omzet | Rp4 jt | Rp5,8 jt | Rp7,5 jt |
| ROAS | 4,0 | 4,83 | 5,0 |
Catatan: Angka di atas merupakan contoh struktur laporan, bukan benchmark performa Shopee Ads.
Dari tabel tersebut, analisis selanjutnya harus mencari hubungan antara perubahan budget, traffic, order, omzet, dan efisiensi.
H2: Cara Menganalisis Performa Selama 90 Hari
H3: Langkah 1 — Kumpulkan Data
Ambil data dari ketiga periode menggunakan definisi metrik yang konsisten.
H3: Langkah 2 — Kelompokkan Produk
Pisahkan data berdasarkan SKU atau produk.
H3: Langkah 3 — Bandingkan Bulanan
Buat perbandingan bulan 1, 2, dan 3.
H3: Langkah 4 — Identifikasi Tren
Cari pola kenaikan atau penurunan.
H3: Langkah 5 — Hubungkan dengan Perubahan Strategi
Catat perubahan yang dilakukan pada setiap periode.
H3: Langkah 6 — Buat Rekomendasi
Rekomendasi harus berdasarkan data dan konteks bisnis.
H2: Analisis Produk
Analisis tiga bulan dapat membantu menemukan produk dengan pola yang berbeda.
H3: Produk Konsisten
Produk yang menunjukkan performa relatif stabil dapat dipantau secara berkala.
H3: Produk Bertumbuh
Produk dengan perkembangan traffic dan transaksi dapat dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor pendukungnya.
H3: Produk Fluktuatif
Jika performa naik-turun secara signifikan, periksa faktor seperti promosi, stok, harga, kompetisi, dan perubahan campaign.
H3: Produk dengan Traffic Tinggi tetapi Conversion Rendah
Situasi ini dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi halaman produk.
Periksa:
- foto,
- video,
- judul,
- deskripsi,
- harga,
- variasi,
- rating,
- review,
- stok,
- voucher,
- dan informasi pengiriman.
H2: Analisis Funnel Iklan Shopee
Riset tidak berhenti pada iklan.
Gunakan pendekatan funnel:
Impression → Click → Product View → Add to Cart → Order
Jika impression tinggi tetapi click rendah, evaluasi daya tarik iklan.
Jika click tinggi tetapi order rendah, evaluasi halaman produk dan penawaran.
Jika order meningkat tetapi profit tidak meningkat, evaluasi margin dan total biaya.
Pendekatan funnel membantu menghindari kesimpulan yang terlalu sederhana.
H2: Analisis Efisiensi Budget
Salah satu tujuan riset adalah memahami bagaimana budget digunakan.
Contoh pertanyaan:
- Produk apa yang paling banyak menyerap budget?
- Produk apa yang menghasilkan transaksi?
- Campaign mana yang menghasilkan traffic?
- Apakah kenaikan budget diikuti peningkatan output?
- Bagaimana perubahan ROAS?
- Apakah margin produk masih memungkinkan scaling?
Dengan pertanyaan tersebut, keputusan budget dapat dibuat berdasarkan data.
H2: Strategi Optimasi Setelah Riset 3 Bulan
H3: Optimasi Produk
Prioritaskan pengujian pada produk yang memiliki data memadai dan sesuai dengan tujuan bisnis.
H3: Optimasi Halaman Produk
Perbaiki elemen yang dapat memengaruhi keputusan pembelian:
- foto,
- video,
- judul,
- deskripsi,
- harga,
- variasi,
- review,
- dan penawaran.
H3: Optimasi Budget
Budget dapat dievaluasi berdasarkan kontribusi setiap campaign terhadap tujuan bisnis.
H3: Pengujian Bertahap
Hindari mengubah terlalu banyak variabel sekaligus.
Jika terlalu banyak perubahan dilakukan dalam waktu yang sama, sulit mengetahui faktor mana yang menyebabkan perubahan hasil.
H2: Membuat Dashboard Riset Shopee Ads
Untuk toko dengan banyak produk, laporan manual dapat menjadi kurang praktis.
Dashboard dapat berisi:
- total advertising cost,
- total orders,
- omzet,
- ROAS,
- CTR,
- CPC,
- conversion rate,
- top products,
- campaign performance,
- tren bulanan,
- dan perubahan budget.
Dashboard juga dapat dilengkapi filter berdasarkan tanggal, produk, campaign, atau kategori.
H2: Riset 3 Bulan Bukan Akhir Analisis
Setelah 90 hari, proses analisis sebaiknya tidak berhenti.
Data tiga bulan dapat menjadi baseline untuk periode berikutnya.
Siklusnya dapat dibuat:
Riset → Analisis → Strategi → Implementasi → Monitoring → Optimasi → Riset ulang
Dengan siklus tersebut, pengelolaan iklan menjadi proses berkelanjutan.
H2: Kesimpulan
Riset iklan Shopee 3 bulan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan campaign.
Periode tersebut dapat digunakan untuk membandingkan traffic, biaya, conversion, pesanan, omzet, dan ROAS secara bertahap.
Namun, tidak ada satu metrik yang dapat digunakan sendirian untuk menentukan keberhasilan campaign. Analisis harus mempertimbangkan tujuan bisnis, margin, biaya operasional, stok, promosi, serta kondisi produk.
Dengan laporan yang konsisten, data Shopee Ads dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun eksperimen dan strategi optimasi berikutnya.
H2: FAQ Riset Iklan Shopee 3 Bulan
H3: Apa manfaat riset iklan Shopee selama 3 bulan?
Periode tiga bulan membantu melihat tren dan perubahan performa campaign secara lebih panjang dibandingkan analisis satu periode.
H3: Apa saja metrik yang harus dimasukkan?
Metrik dapat mencakup impression, click, CTR, CPC, biaya iklan, orders, conversion rate, omzet, dan ROAS.
H3: Apakah data tiga bulan bisa digunakan untuk menentukan budget?
Data tiga bulan dapat menjadi salah satu dasar evaluasi budget, tetapi keputusan tetap perlu mempertimbangkan margin, stok, target penjualan, dan kondisi bisnis.
H3: Apakah ROAS menjadi satu-satunya indikator?
Tidak. ROAS merupakan salah satu metrik. Profitabilitas membutuhkan analisis biaya dan margin yang lebih luas.
H3: Bagaimana jika performa iklan berubah setiap bulan?
Perubahan tersebut perlu dianalisis bersama faktor lain seperti promosi, harga, stok, seasonal demand, kompetisi, dan perubahan strategi campaign.
H3: Setelah riset 3 bulan, apa langkah berikutnya?
Hasil riset dapat digunakan untuk menyusun strategi optimasi, menguji perubahan campaign, mengevaluasi produk, dan membuat periode monitoring berikutnya.
H2: Jasa Riset & Optimasi Shopee Ads
Mengelola Shopee Ads tidak hanya berkaitan dengan memasukkan budget. Data campaign perlu dibaca untuk mengetahui bagaimana traffic, biaya, transaksi, omzet, dan ROAS bergerak dari waktu ke waktu.
CTA:
Butuh jasa riset dan optimasi Shopee Ads? Dapatkan analisis berdasarkan data campaign dan produk untuk membantu menemukan peluang optimasi, mengevaluasi penggunaan budget, serta menyusun strategi iklan marketplace yang lebih terukur.
Internal link yang disarankan:
- Riset Iklan Shopee 1 Bulan
- Riset Iklan Shopee 2 Bulan
- Jasa Shopee Ads
- Jasa Optimasi Marketplace
- Jasa Digital Marketing
- Konsultasi Shopee Ads
