Kalau 1 bulan adalah baseline, maka 2 bulan digunakan untuk melihat perubahan dan tren.
Struktur:
- Mengapa riset 2 bulan lebih informatif
- Membandingkan bulan pertama dan kedua
- Perubahan budget iklan
- Perubahan impression
- Perubahan klik dan CTR
- Perubahan CPC
- Perubahan jumlah pesanan
- Perubahan omzet
- Perubahan conversion rate
- Perubahan ROAS
- Produk yang mengalami peningkatan
- Produk yang mengalami penurunan
- Analisis jam/hari performa terbaik
- Evaluasi strategi bulan pertama
- Strategi optimasi bulan ketiga
Setelah melakukan evaluasi selama satu bulan, analisis dapat dilanjutkan dengan periode dua bulan. Riset iklan Shopee 2 bulan memberikan sudut pandang yang lebih luas karena data dapat dibandingkan antara periode pertama dan kedua.
Perbandingan tersebut membantu menjawab pertanyaan penting:
- Apakah penjualan meningkat?
- Apakah biaya iklan meningkat?
- Apakah traffic bertambah?
- Apakah conversion membaik?
- Apakah ROAS berubah?
- Produk mana yang mengalami perkembangan?
- Strategi mana yang perlu diperbaiki?
Dengan membandingkan dua periode, keputusan optimasi tidak hanya berdasarkan kondisi satu bulan.
H2: Apa Itu Riset Iklan Shopee 2 Bulan?
Riset iklan Shopee 2 bulan adalah analisis performa kampanye selama sekitar 60 hari dengan membandingkan data periode pertama dan kedua.
Contohnya:
Bulan 1: Januari
Bulan 2: Februari
Data kemudian dibandingkan untuk melihat perubahan performa.
H2: Mengapa Dua Bulan Penting untuk Analisis?
H3: Melihat Tren
Satu bulan memberikan snapshot.
Dua bulan mulai memberikan gambaran mengenai arah perubahan.
Misalnya:
| Metrik | Bulan 1 | Bulan 2 |
|---|---|---|
| Klik | 2.000 | 2.600 |
| Pesanan | 80 | 110 |
| Biaya | Rp1,5 juta | Rp1,7 juta |
| Omzet | Rp5 juta | Rp7 juta |
Dari tabel tersebut terlihat adanya perubahan, tetapi analisis tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti promosi dan perubahan harga.
H3: Mengukur Dampak Optimasi
Jika terdapat perubahan strategi pada bulan kedua, performanya dapat dibandingkan dengan bulan pertama.
Misalnya dilakukan:
- perubahan budget,
- perubahan produk,
- perubahan bid,
- perubahan materi,
- atau perubahan strategi targeting.
Hasilnya kemudian dapat dianalisis menggunakan data sebelum dan sesudah perubahan.
H2: Metrik yang Harus Dibandingkan
H3: Impression
Bandingkan jumlah exposure dari kedua bulan.
Peningkatan impression menunjukkan perubahan jangkauan iklan, tetapi bukan otomatis peningkatan transaksi.
H3: CTR
Perhatikan apakah pengguna semakin banyak melakukan klik setelah melihat iklan.
Perubahan CTR dapat menjadi sinyal untuk mengevaluasi relevansi dan daya tarik iklan.
H3: CPC
Bandingkan biaya per klik.
Jika CPC meningkat, perlu ditelusuri penyebabnya dan dampaknya terhadap biaya keseluruhan.
H3: Conversion Rate
Conversion membantu memahami kualitas traffic.
Traffic yang meningkat tetapi conversion turun memerlukan investigasi lebih lanjut.
H3: ROAS
ROAS dapat dibandingkan antarbulan untuk melihat perubahan efisiensi belanja iklan.
Namun, gunakan metrik tersebut sebagai bagian dari analisis bisnis, bukan sebagai satu-satunya indikator.
H2: Cara Membuat Laporan Riset Shopee Ads 2 Bulan
H3: 1. Kumpulkan Data Bulan Pertama
Gunakan data dari periode baseline.
H3: 2. Kumpulkan Data Bulan Kedua
Gunakan struktur metrik yang sama.
H3: 3. Hitung Perubahan
Perubahan dapat dihitung dengan:
Growth = (nilai bulan kedua − nilai bulan pertama) ÷ nilai bulan pertama × 100%
Contohnya, jika pesanan meningkat dari 100 menjadi 120:
Growth = 20%
Angka tersebut menunjukkan perubahan volume, bukan otomatis menunjukkan peningkatan profit.
H2: Analisis Berdasarkan Produk
Jangan hanya membandingkan akun secara keseluruhan.
Buat analisis berdasarkan SKU atau produk.
H3: Produk dengan Pertumbuhan Positif
Identifikasi produk yang mengalami peningkatan:
- klik,
- conversion,
- orders,
- omzet,
- atau ROAS.
H3: Produk dengan Penurunan
Produk yang mengalami penurunan perlu diperiksa lebih lanjut.
Kemungkinan penyebab dapat berkaitan dengan:
- harga,
- kompetitor,
- stok,
- rating,
- review,
- promosi,
- perubahan campaign,
- atau perubahan permintaan.
H2: Analisis Budget Iklan
Budget harus dilihat bersama output.
Contohnya:
Bulan 1: biaya Rp1 juta
Bulan 2: biaya Rp1,5 juta
Pertanyaan berikutnya bukan hanya "budget naik berapa persen?", tetapi:
- berapa perubahan orders?
- berapa perubahan omzet?
- bagaimana conversion?
- bagaimana ROAS?
- apakah margin tetap sehat?
Pendekatan tersebut membuat analisis menjadi lebih relevan dengan tujuan bisnis.
H2: Mengidentifikasi Pola Performa
Dua bulan data dapat digunakan untuk mencari pola.
Misalnya:
- performa lebih tinggi pada akhir pekan,
- produk tertentu konsisten mendapatkan order,
- campaign tertentu menghabiskan budget,
- atau traffic meningkat tetapi transaksi tidak mengikuti.
Pola tersebut kemudian dapat menjadi dasar pengujian strategi berikutnya.
H2: Apa yang Dilakukan Setelah Riset 2 Bulan?
Setelah membandingkan dua periode, buat kelompok:
Scale: kampanye/produk yang layak diuji dengan peningkatan budget.
Maintain: kampanye yang stabil dan masih relevan.
Optimize: kampanye yang memiliki potensi tetapi membutuhkan perbaikan.
Review: kampanye yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diteruskan.
Kategori tersebut bukan penilaian permanen. Setiap keputusan perlu disesuaikan dengan margin, stok, target bisnis, dan data aktual.
H2: Kesalahan dalam Riset Shopee Ads 2 Bulan
H3: Membandingkan Data yang Tidak Setara
Pastikan periode dan definisi metrik konsisten.
H3: Tidak Memperhatikan Promo
Flash Sale, voucher, diskon, campaign marketplace, dan faktor musiman dapat memengaruhi hasil.
H3: Tidak Memisahkan Produk
Performa keseluruhan toko dapat menutupi produk tertentu yang memiliki pola berbeda.
H3: Terlalu Cepat Menyimpulkan
Perubahan dua bulan belum tentu menjelaskan seluruh penyebab perubahan. Faktor eksternal tetap perlu dipertimbangkan.
H2: Lanjutkan ke Riset 3 Bulan
Setelah memiliki data dua bulan, analisis dapat diperpanjang menjadi tiga bulan untuk melihat pola yang lebih panjang.
Baca juga: [Riset Iklan Shopee 3 Bulan: Analisis Lengkap Performa, ROAS, Penjualan & Strategi Optimasi]
H2: Kesimpulan
Riset iklan Shopee 2 bulan membantu pemilik toko berpindah dari sekadar melihat data menjadi membandingkan perubahan.
Dengan membandingkan impression, click, CTR, CPC, conversion, orders, biaya, omzet, dan ROAS, pemilik toko dapat memahami perkembangan kampanye secara lebih sistematis.
Data dua bulan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan eksperimen dan strategi pada bulan ketiga.
H2: FAQ Riset Iklan Shopee 2 Bulan
H3: Apa manfaat riset iklan Shopee 2 bulan?
Manfaat utamanya adalah membandingkan performa dua periode sehingga perubahan dan tren dapat terlihat lebih jelas.
H3: Data apa yang harus dibandingkan?
Impression, click, CTR, CPC, biaya, orders, conversion, omzet, dan ROAS merupakan beberapa metrik yang dapat dibandingkan.
H3: Apakah kenaikan omzet berarti iklan lebih efektif?
Belum tentu. Kenaikan omzet perlu dibandingkan dengan kenaikan biaya iklan dan margin keuntungan.
H3: Bagaimana mengetahui produk yang perlu dioptimasi?
Bandingkan performa masing-masing produk, kemudian periksa kombinasi traffic, conversion, biaya, omzet, dan margin.
H3: Kapan sebaiknya melakukan riset 3 bulan?
Jika ingin memperoleh gambaran tren yang lebih panjang, data dapat diperluas menjadi tiga bulan dan dianalisis sebagai satu periode.
H2: Jasa Riset dan Optimasi Shopee Ads
Data Shopee Ads dapat dianalisis secara lebih terstruktur untuk membantu menemukan pola performa kampanye dan peluang optimasi.
CTA:
Ingin mengetahui perkembangan iklan Shopee Anda dari bulan ke bulan? Gunakan layanan riset dan optimasi Shopee Ads untuk membantu mengevaluasi campaign, produk, biaya iklan, conversion, dan ROAS berdasarkan data yang tersedia.
Internal link yang disarankan:
- Riset Iklan Shopee 1 Bulan
- Riset Iklan Shopee 3 Bulan
- Jasa Optimasi Shopee Ads
- Analisis Performa Marketplace
