Riset Iklan Shopee 1 Bulan: Cara Menganalisis Performa Shopee Ads untuk Meningkatkan Penjualan

Oleh CREATIVE • 👁 Memuat view...

 


Periode 1 bulan digunakan sebagai baseline/data awal. Bahas:

  1. Tujuan riset Shopee Ads 1 bulan
  2. Pengumpulan data iklan
  3. Produk yang diiklankan
  4. Impression dan klik
  5. CTR
  6. CPC
  7. Pesanan dari iklan
  8. Biaya iklan
  9. GMV/omzet
  10. ROAS
  11. Produk yang boros biaya
  12. Produk yang memiliki potensi
  13. Evaluasi keyword/targeting
  14. Kesimpulan dan rekomendasi optimasi bulan berikutnya

Beriklan di marketplace tidak hanya membutuhkan budget, tetapi juga membutuhkan data dan evaluasi. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah kampanye berjalan sesuai tujuan adalah melakukan riset iklan Shopee selama 1 bulan.

Periode satu bulan dapat digunakan sebagai baseline untuk mengetahui bagaimana performa produk ketika mendapatkan dukungan iklan. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan langkah optimasi pada periode berikutnya.

Namun, keberhasilan iklan tidak sebaiknya hanya dilihat dari jumlah penjualan. Ada berbagai indikator yang perlu diperhatikan, seperti impression, klik, CTR, CPC, jumlah pesanan, biaya iklan, omzet, conversion rate, dan ROAS.

Dengan mengumpulkan data tersebut secara konsisten, pemilik toko dapat mengetahui kampanye mana yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikurangi.


H2: Apa Itu Riset Iklan Shopee 1 Bulan?

Riset iklan Shopee 1 bulan adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data kampanye iklan Shopee dalam periode kurang lebih 30 hari.

Tujuan utamanya bukan sekadar melihat apakah iklan menghasilkan pesanan, tetapi memahami hubungan antara:

  • budget,
  • traffic,
  • klik,
  • produk,
  • biaya iklan,
  • konversi,
  • omzet,
  • dan ROAS.

Periode satu bulan cukup berguna untuk membangun baseline awal karena data harian saja sering terlalu pendek untuk menggambarkan pola performa secara menyeluruh.


H2: Mengapa Perlu Melakukan Riset Shopee Ads?

H3: Mengetahui Efektivitas Budget

Setiap toko memiliki budget iklan yang berbeda. Dengan riset, budget dapat dibandingkan dengan hasil yang diperoleh.

Misalnya, sebuah produk menghabiskan Rp1.000.000 dalam satu bulan. Angka tersebut belum dapat dikatakan baik atau buruk tanpa melihat pesanan, omzet, margin, dan tujuan kampanye.

H3: Menemukan Produk Potensial

Tidak semua produk mempunyai performa iklan yang sama.

Ada produk yang mendapatkan banyak klik tetapi sedikit pesanan. Ada pula produk yang memperoleh traffic lebih kecil tetapi menghasilkan transaksi dengan lebih konsisten.

Data satu bulan membantu mengidentifikasi perbedaan tersebut.

H3: Menentukan Strategi Berikutnya

Hasil riset dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan strategi bulan kedua.

Misalnya:

  • menaikkan budget produk tertentu,
  • mengurangi budget produk dengan performa rendah,
  • memperbaiki halaman produk,
  • mengubah materi promosi,
  • atau menguji strategi targeting yang berbeda.

H2: Data yang Perlu Dikumpulkan

Agar analisis lebih lengkap, beberapa metrik utama perlu dicatat.

H3: Impression

Impression menunjukkan berapa kali iklan ditampilkan kepada pengguna.

Impression yang tinggi dapat menunjukkan iklan memperoleh exposure, tetapi belum berarti menghasilkan penjualan.

H3: Click dan CTR

Click menunjukkan jumlah klik pada iklan.

CTR atau Click Through Rate membantu melihat persentase pengguna yang melakukan klik setelah melihat iklan.

Secara sederhana:

CTR = jumlah klik ÷ jumlah impression × 100%

CTR perlu dibaca bersama metrik lainnya karena CTR tinggi belum tentu menghasilkan conversion tinggi.

H3: CPC

CPC atau Cost Per Click menunjukkan biaya rata-rata untuk mendapatkan satu klik.

Secara sederhana:

CPC = total biaya iklan ÷ total klik

CPC dapat digunakan untuk membandingkan efisiensi traffic antar-kampanye.

H3: Orders dan Conversion

Jumlah pesanan menunjukkan hasil transaksi yang diperoleh.

Conversion rate kemudian membantu melihat seberapa banyak traffic yang akhirnya melakukan pembelian.

H3: Advertising Cost

Biaya iklan merupakan jumlah dana yang dikeluarkan untuk kampanye.

Data ini penting karena harus dibandingkan dengan omzet dan margin produk.

H3: ROAS

ROAS atau Return on Ad Spend merupakan salah satu indikator yang sering digunakan dalam evaluasi iklan.

Rumus sederhananya:

ROAS = omzet yang diatribusikan ke iklan ÷ biaya iklan

Contohnya, jika biaya iklan Rp500.000 menghasilkan omzet teratribusi Rp2.000.000, maka ROAS-nya adalah 4.

Angka tersebut tetap harus dibaca bersama margin, biaya operasional, voucher, biaya marketplace, dan biaya lainnya.


H2: Cara Melakukan Riset Iklan Shopee Selama 1 Bulan

H3: 1. Tentukan Periode Analisis

Tentukan tanggal awal dan akhir analisis.

Contohnya:

1 September–30 September

Gunakan periode yang konsisten agar perbandingan dengan bulan berikutnya lebih mudah dilakukan.

H3: 2. Kelompokkan Berdasarkan Produk

Buat daftar produk yang mendapatkan iklan.

Pisahkan berdasarkan:

  • produk unggulan,
  • produk baru,
  • produk dengan penjualan tinggi,
  • produk dengan margin tinggi,
  • dan produk yang sedang diuji.

H3: 3. Catat Performa Kampanye

Buat tabel sederhana:

MetrikHasil
Impression100.000
Klik2.500
CTR2,5%
CPCRp800
BiayaRp2.000.000
Pesanan150
OmzetRp8.000.000
ROAS4

Angka tersebut hanya contoh untuk menunjukkan struktur analisis.

H3: 4. Cari Anomali

Perhatikan perubahan yang tidak biasa.

Misalnya:

  • impression tinggi tetapi klik rendah,
  • klik tinggi tetapi pesanan rendah,
  • biaya meningkat tetapi omzet tidak mengikuti,
  • atau satu produk menyerap sebagian besar budget.

Anomali tersebut dapat menjadi titik awal investigasi.


H2: Bagaimana Membaca Hasil Riset?

Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan satu metrik.

Jika CTR rendah, masalah mungkin berkaitan dengan relevansi produk atau materi iklan.

Jika CTR tinggi tetapi conversion rendah, perlu diperiksa faktor setelah pengguna masuk ke halaman produk, seperti harga, foto, deskripsi, rating, ulasan, variasi, stok, dan penawaran.

Jika conversion bagus tetapi margin terlalu kecil, peningkatan volume penjualan belum tentu menghasilkan peningkatan profit.

Dengan demikian, riset Shopee Ads harus melihat funnel secara keseluruhan.


H2: Kesalahan Umum Saat Menganalisis Shopee Ads

H3: Hanya Melihat Omzet

Omzet tinggi tidak otomatis berarti kampanye efisien.

Biaya iklan dan margin harus diperhitungkan.

H3: Menghentikan Iklan Terlalu Cepat

Data yang terlalu sedikit dapat membuat keputusan menjadi tidak stabil.

Karena itu, periode pengamatan perlu disesuaikan dengan volume traffic dan transaksi.

H3: Mengabaikan Halaman Produk

Iklan hanya membawa traffic.

Jika halaman produk kurang meyakinkan, traffic tersebut belum tentu berubah menjadi transaksi.

H3: Menaikkan Budget Tanpa Analisis

Menambah budget sebaiknya dilakukan berdasarkan data performa, kapasitas stok, margin, dan kemampuan memenuhi pesanan.


H2: Dari Riset 1 Bulan ke Evaluasi 2 Bulan

Setelah mendapatkan baseline selama satu bulan, tahap berikutnya adalah membandingkan data dengan periode selanjutnya.

Perbandingan dua bulan memungkinkan pemilik toko melihat apakah perubahan strategi menghasilkan perubahan pada traffic, biaya, transaksi, dan ROAS.

Baca juga: [Riset Iklan Shopee 2 Bulan: Analisis Tren dan Performa Shopee Ads]


H2: Kesimpulan

Riset iklan Shopee 1 bulan merupakan langkah awal untuk memahami performa kampanye secara lebih terstruktur.

Data seperti impression, click, CTR, CPC, orders, conversion, biaya iklan, omzet, dan ROAS dapat digunakan untuk membangun baseline.

Yang paling penting, angka tersebut harus dibaca dalam konteks bisnis. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan angka ROAS tertentu, tetapi memahami apakah investasi iklan mendukung tujuan penjualan dan profitabilitas toko.


H2: FAQ Riset Iklan Shopee 1 Bulan

H3: Apa tujuan riset iklan Shopee selama 1 bulan?

Tujuannya adalah mendapatkan baseline performa kampanye dan memahami hubungan antara budget, traffic, transaksi, omzet, dan efisiensi iklan.

H3: Apakah riset 1 bulan cukup?

Satu bulan dapat digunakan sebagai baseline. Untuk melihat tren yang lebih kuat, data sebaiknya dibandingkan dengan periode berikutnya.

H3: Apa saja data yang perlu dianalisis?

Beberapa data penting antara lain impression, click, CTR, CPC, biaya iklan, orders, conversion, omzet, dan ROAS.

H3: Apakah ROAS tinggi selalu berarti iklan bagus?

Tidak selalu. ROAS harus dilihat bersama margin keuntungan, biaya marketplace, diskon, voucher, biaya operasional, dan tujuan bisnis.

H3: Kapan sebaiknya melakukan optimasi?

Optimasi dapat dilakukan setelah data dikumpulkan dan pola performa mulai terlihat. Perubahan sebaiknya dilakukan secara terukur agar dampaknya dapat dievaluasi.


H2: Butuh Jasa Riset dan Optimasi Shopee Ads?

Jika Anda membutuhkan analisis yang lebih terstruktur, riset dapat dilakukan berdasarkan data kampanye, produk, biaya iklan, omzet, conversion, dan ROAS.

CTA:
Butuh bantuan melakukan riset dan optimasi Shopee Ads? Konsultasikan data toko dan kampanye Anda untuk mendapatkan analisis serta rekomendasi strategi berdasarkan kondisi akun dan tujuan bisnis.

Internal link yang disarankan:

  • Riset Iklan Shopee 2 Bulan
  • Riset Iklan Shopee 3 Bulan
  • Jasa Optimasi Shopee Ads
  • Jasa Digital Marketing Marketplace
Bagikan insight Bantu artikel ini menjangkau lebih banyak pembaca.