Panduan Shopee Ads Lengkap Level 1, Level 2 & Level 3: Dari Pemula Sampai Scale Penjualan

Oleh CREATIVE • 👁 Memuat view...

 


MASTERCLASS SHOPEE ADS

Dari Pemula → Profit → Scale

Tema Pelatihan

“Jangan Sekadar Nyalakan Iklan. Bangun Mesin Penjualan Shopee.”

Pelatihan dibagi menjadi:

LEVEL 1 — SHOPEE ADS FUNDAMENTAL
Belajar membaca angka dan menjalankan iklan dengan benar.

LEVEL 2 — SHOPEE ADS OPTIMIZATION
Belajar menemukan winning product, mengontrol biaya, dan mengejar profit.

LEVEL 3 — SHOPEE ADS SCALING
Belajar memperbesar GMV tanpa menghancurkan ROAS.


BAGIAN 0

MINDSET SEBELUM BERIKLAN

Kesalahan terbesar seller adalah berpikir:

“Kalau order sepi, tinggal tambah budget iklan.”

Padahal iklan bukan obat untuk produk yang belum siap.

Iklan adalah amplifier.

Produk bagus + listing bagus + harga bagus + conversion bagus + iklan = 🚀

Produk buruk + listing buruk + harga tidak kompetitif + iklan = 💸🔥

Karena itu urutannya:

PRODUCT → OFFER → LISTING → CONVERSION → ADS → SCALE


LEVEL 1

SHOPEE ADS FUNDAMENTAL

Target Level 1

Setelah menyelesaikan Level 1, peserta harus mampu:

  • memahami cara kerja Shopee Ads;

  • mengetahui fungsi GMV Max;

  • membaca CTR, CPC, CVR, CPA dan ROAS;

  • menghitung ROAS impas;

  • memilih produk yang layak diiklankan;

  • menentukan budget testing;

  • menjalankan campaign pertama;

  • mengetahui kapan sebuah iklan harus diteruskan atau dievaluasi.


MODUL 1

Memahami Ekosistem Traffic Shopee

Sumber penjualan toko pada dasarnya berasal dari:

1. Traffic Organik

Contohnya:

  • pencarian Shopee;

  • rekomendasi;

  • followers;

  • Shopee Video;

  • affiliate;

  • flash sale;

  • campaign Shopee;

  • repeat customer.

2. Traffic Berbayar

Traffic yang didapat melalui Iklan Shopee.

Tujuan iklan bukan sekadar:

IMPRESI → KLIK

Tetapi:

IMPRESI → KLIK → PRODUK → CART → CHECKOUT → ORDER → PROFIT


MODUL 2

Mengenal GMV Max

Shopee saat ini menyediakan antara lain:

GMV Max Auto

Sistem secara otomatis mengoptimalkan iklan untuk meningkatkan potensi GMV sambil menjaga ROAS berdasarkan estimasi sistem.

Cocok untuk:

  • seller pemula;

  • produk baru;

  • seller yang belum memiliki target ROAS presisi;

  • mencari data awal;

  • produk dengan performa yang sedang berkembang.

GMV Max ROAS

Seller menentukan target ROAS yang ingin dikejar.

Cocok untuk:

  • produk yang sudah memiliki histori;

  • seller yang memahami margin;

  • produk winning;

  • campaign profit;

  • scaling dengan kontrol efisiensi.

Satu campaign GMV Max digunakan untuk satu produk. Shopee dapat mendistribusikan traffic ke berbagai area platform seperti Pencarian, Rekomendasi, Shopee Video, Shopee Games, dan Shopee Coins secara otomatis. citeturn452984search1turn452984search3


MODUL 3

6 ANGKA WAJIB DIKUASAI

Jangan membaca dashboard hanya dari angka penjualan.

1. IMPRESSION

Berapa kali iklan muncul.

Contoh:

100.000 impression.


2. CLICK

Berapa orang mengklik produk.

Contoh:

2.500 klik.


3. CTR

Click Through Rate

Rumus:

CTR = Klik ÷ Impression × 100%

Contoh:

2.500 ÷ 100.000 × 100%

= 2,5% CTR

CTR menggambarkan kemampuan:

  • thumbnail;

  • harga;

  • judul;

  • promo;

  • positioning;

untuk mendapatkan perhatian pembeli.


4. CPC

Cost Per Click

Rumus:

CPC = Biaya Iklan ÷ Klik

Contoh:

Biaya iklan = Rp500.000

Klik = 2.500

CPC:

Rp500.000 ÷ 2.500

= Rp200


5. CVR

Conversion Rate

Rumus:

CVR = Order ÷ Klik × 100%

Misalnya:

2.500 klik

125 order

CVR:

125 ÷ 2.500 × 100%

= 5%

CVR rendah biasanya bukan semata-mata masalah iklan.

Periksa:

  • harga;

  • rating;

  • ulasan;

  • foto;

  • video;

  • voucher;

  • ongkir;

  • deskripsi;

  • USP;

  • kompetitor.


6. CPA

Cost Per Acquisition / Cost Per Order

Rumus:

CPA = Biaya Iklan ÷ Order

Rp500.000 ÷ 125

= Rp4.000/order


7. ROAS

Ini angka paling populer sekaligus paling sering disalahpahami.

Rumus:

ROAS = Omzet Iklan ÷ Biaya Iklan

Contoh:

Omzet iklan:

Rp5.000.000

Biaya:

Rp1.000.000

ROAS:

5X

Artinya:

Setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan Rp5 penjualan teratribusi.

Tetapi:

ROAS BESAR ≠ PASTI UNTUNG

Karena masih ada:

  • HPP;

  • biaya admin;

  • komisi;

  • voucher seller;

  • biaya program;

  • subsidi promo;

  • packaging;

  • retur;

  • operasional.


MODUL 4

MENGHITUNG ROAS IMPAS

Ini pondasi iklan profesional.

Misalnya:

Harga jual = Rp100.000

Total biaya produk + marketplace + operasional = Rp70.000.

Sisa margin sebelum iklan:

Rp30.000.

Margin kontribusi:

30%.

Maka:

Break Even ROAS = 1 ÷ Margin Kontribusi

1 ÷ 30%

=

3,33

Artinya:

ROAS di bawah 3,33 berpotensi rugi.

ROAS = 3,33 sekitar impas.

ROAS di atas 3,33 mulai memberikan ruang keuntungan.


CONTOH

Margin kontribusi:

MarginROAS Impas
10%10X
15%6,67X
20%5X
25%4X
30%3,33X
40%2,5X
50%2X

Karena itu pertanyaan pertama sebelum menjalankan iklan bukan:

“ROAS berapa yang bagus?”

Tetapi:

“ROAS impas produk saya berapa?”


MODUL 5

PRODUK YANG LAYAK DIIKLANKAN

Sebelum menyalakan iklan gunakan:

PRODUCT ADS CHECKLIST

Produk sebaiknya memiliki:

☐ Thumbnail menarik
☐ Judul mengandung keyword produk
☐ Harga kompetitif
☐ Voucher tersedia
☐ Rating sehat
☐ Review tersedia
☐ Video produk tersedia
☐ Deskripsi jelas
☐ Benefit mudah dipahami
☐ Stok aman
☐ Margin cukup
☐ Produk memiliki demand

Jangan melempar produk yang belum siap ke medan iklan.


PRAKTIK LEVEL 1

Peserta membuat tabel:

ProdukHargaHPP + FeeMarginBE ROASBudget
Produk ARp100KRp70K30%3,33Rp100K
Produk BRp80KRp64K20%5,00Rp100K
Produk CRp150KRp105K30%3,33Rp150K

Kemudian pilih:

3-5 produk untuk masuk tahap testing.


LEVEL 2

SHOPEE ADS OPTIMIZATION

Level 2 tidak lagi bertanya:

“Bagaimana cara pasang iklan?”

Pertanyaannya berubah menjadi:

“Bagaimana membuat Rp1 biaya iklan menghasilkan GMV sebanyak mungkin?”


MODUL 6

FRAMEWORK TESTING PRODUK

Pisahkan produk menjadi:

A. HERO PRODUCT

Produk dengan:

  • penjualan tinggi;

  • review kuat;

  • CVR tinggi;

  • harga kompetitif.

Produk ini kandidat utama scaling.


B. GROWTH PRODUCT

Produk mulai menunjukkan:

  • CTR bagus;

  • add to cart bagus;

  • beberapa order;

  • ROAS mendekati BEP.

Produk ini harus dioptimasi.


C. TEST PRODUCT

Produk yang masih mencari data.

Budget:

lebih konservatif.

Tujuannya bukan langsung profit.

Tujuannya:

membeli data.


D. DEAD PRODUCT

Sudah mendapatkan traffic cukup tetapi:

  • klik tinggi;

  • conversion buruk;

  • ROAS jauh dari BEP;

  • tidak menunjukkan improvement.

Jangan jatuh cinta pada produk sendiri.

Marketplace tidak mengenal perasaan.


MODUL 7

DIAGNOSA FUNNEL IKLAN

Gunakan pola:

Impression rendah

Kemungkinan:

  • demand kecil;

  • budget;

  • produk kurang kompetitif;

  • sistem sulit mencari audiens.


Impression tinggi + CTR rendah

Masalah kemungkinan berada pada:

IKLAN / LISTING DEPAN

Perbaiki:

  • thumbnail;

  • harga;

  • badge promo;

  • judul;

  • positioning.


CTR tinggi + CVR rendah

Orang tertarik tetapi tidak membeli.

Periksa:

  • harga;

  • review;

  • kompetitor;

  • deskripsi;

  • promo;

  • video;

  • variasi;

  • ongkir.


CTR bagus + CVR bagus + ROAS jelek

Periksa:

  • CPC;

  • AOV;

  • margin;

  • biaya iklan.


ROAS tinggi tetapi GMV kecil

Ini sering terjadi.

Campaign sangat efisien tetapi terlalu “dicekik”.

Solusi bukan selalu menaikkan target ROAS.

Justru target ROAS yang terlalu tinggi dapat membuat sistem lebih selektif sehingga volume traffic dan GMV menjadi terbatas. Shopee sendiri menjelaskan bahwa target ROAS yang tinggi cenderung memprioritaskan efisiensi dibanding volume. citeturn452984search6


MODUL 8

TIGA ZONA PRODUK

Buat tiga kategori berdasarkan:

ROAS Aktual dibanding BE ROAS.

ZONA MERAH 🔴

ROAS jauh di bawah BEP.

Contoh:

BE ROAS = 4

Aktual = 1,8

Tindakan:

  • jangan scale;

  • audit produk;

  • audit listing;

  • audit promo;

  • cari penyebab CVR rendah.


ZONA KUNING 🟡

ROAS dekat BEP.

Contoh:

BE ROAS = 4

Aktual = 3,5-4,5

Tindakan:

OPTIMIZE.

Ini justru produk yang menarik karena sedikit peningkatan CVR dapat mengubahnya menjadi profitable.


ZONA HIJAU 🟢

ROAS konsisten di atas target profit.

Contoh:

Target = 5

Aktual = 7.

Tindakan:

SCALE.


MODUL 9

GMV MAX AUTO VS GMV MAX ROAS

Gunakan GMV Max Auto ketika:

  • produk baru;

  • belum mempunyai histori kuat;

  • ingin mengejar volume;

  • ingin memberikan ruang luas kepada algoritma;

  • belum menentukan target ROAS presisi.

Gunakan GMV Max ROAS ketika:

  • produk sudah terbukti;

  • BE ROAS diketahui;

  • target profit diketahui;

  • produk mempunyai histori conversion;

  • seller ingin mengontrol efisiensi.


MODUL 10

FASE LEARNING

Jangan memperlakukan campaign seperti tombol lift:

naik, turun, naik, turun setiap beberapa jam.

Shopee menyarankan memberikan waktu sedikitnya sekitar 7 hari agar GMV Max menjalani fase pembelajaran dan stabilisasi. Selama periode tersebut perubahan pengaturan yang tidak perlu sebaiknya dihindari. citeturn452984search1

Pada panduan optimasi Target ROAS, Shopee juga menyarankan tidak terlalu cepat mengatur ulang target dan memberi periode optimasi yang lebih panjang sebelum mengambil keputusan besar. citeturn452984search5

Pelajaran:

Jangan over-optimization.

Kadang campaign mati bukan karena algoritmanya buruk.

Campaign mati karena sellernya terlalu rajin memegang obeng. 🔧


MODUL 11

MATRIKS KEPUTUSAN IKLAN

Gunakan:

Traffic rendah + ROAS tinggi

→ ada peluang scale.

Traffic tinggi + ROAS tinggi

→ winning campaign.

Traffic tinggi + ROAS rendah

→ evaluasi conversion dan economics.

Traffic rendah + ROAS rendah

→ evaluasi produk secara fundamental.


PRAKTIK LEVEL 2

Peserta diberikan data:

Produk A

Spend = Rp1 juta
GMV = Rp7 juta
BE ROAS = 3,5

Produk B

Spend = Rp1 juta
GMV = Rp3,2 juta
BE ROAS = 4

Produk C

Spend = Rp500 ribu
GMV = Rp3 juta
BE ROAS = 4

Peserta menentukan:

A → SCALE

ROAS 7X.

B → OPTIMIZE

ROAS 3,2X dan belum BEP.

C → SCALE BERTAHAP

ROAS 6X.


LEVEL 3

SHOPEE ADS ADVANCED SCALING

Sekarang tujuan berubah.

Bukan:

ROAS setinggi mungkin.

Tetapi mencari:

MAXIMUM PROFITABLE GMV

Contoh:

Campaign A

Spend Rp1 juta
ROAS 10
GMV Rp10 juta

Campaign B

Spend Rp10 juta
ROAS 6
GMV Rp60 juta

Secara ROAS:

A menang.

Secara pertumbuhan bisnis:

B mungkin jauh lebih menarik.

Karena itu seller besar tidak hanya mengejar:

ROAS

Tetapi:

ROAS × VOLUME × MARGIN


MODUL 12

THE SCALE TRIANGLE

Untuk scale agresif tetapi sehat:

1. ROAS

Apakah masih di atas target profit?

2. VOLUME

Apakah masih tersedia demand?

3. MARGIN

Apakah setiap tambahan order masih memberikan contribution profit?

Kalau ketiganya sehat:

SCALE.


MODUL 13

STRATEGI HERO SKU

Jangan scale semua produk sekaligus.

Buat struktur:

TIER S

Winning Hero Product

Budget terbesar.


TIER A

Produk profitable.

Budget menengah.


TIER B

Produk potensial.

Budget testing.


TIER C

Produk lemah.

Budget minimum atau stop.

Prinsip Pareto:

Sering kali sebagian kecil SKU akan menghasilkan mayoritas GMV.

Temukan mereka.

Lalu beri “bensin premium”.


MODUL 14

STRATEGI PORTFOLIO ADS

Misalnya budget:

Rp100 juta/bulan

Contoh pembagian:

60%

Winning Product

Rp60 juta.

20%

Growth Product

Rp20 juta.

10%

Testing Product

Rp10 juta.

10%

Campaign/Event Experiment

Rp10 juta.

Jangan menggunakan seluruh budget untuk produk yang sudah menang.

Tanpa testing, toko suatu hari akan kehabisan calon pemenang berikutnya.


MODUL 15

SCALE BERDASARKAN PROFIT

Gunakan:

Contribution Profit

Rumus sederhana:

**Revenue

  • HPP

  • Marketplace Fee

  • Voucher Seller

  • Ads

  • Operational Variable Cost
    = Contribution Profit**

Contoh:

Revenue:

Rp100 juta

HPP:

Rp45 juta

Fee:

Rp10 juta

Voucher:

Rp5 juta

Ads:

Rp15 juta

Variable Cost:

Rp5 juta

Contribution Profit:

Rp20 juta

Jadi kita tidak hanya melihat:

“ROAS saya 6X.”

Tetapi:

“Berapa rupiah yang benar-benar tersisa?”


MODUL 16

PROFIT MAX VS GMV MAX

Ada dua mode berpikir.

Profit Max

Fokus:

  • margin;

  • efisiensi;

  • ROAS;

  • profit.

Cocok ketika:

  • cashflow ketat;

  • stok terbatas;

  • margin kecil.


Growth Max

Fokus:

  • volume;

  • market share;

  • ranking;

  • customer acquisition;

  • GMV.

Cocok ketika:

  • stok kuat;

  • margin sehat;

  • cashflow tersedia;

  • bisnis sedang ekspansi.


MODUL 17

TARGET ROAS BERTINGKAT

Jangan mempunyai satu angka ROAS untuk semuanya.

Gunakan:

BE ROAS

Batas impas.

Contoh:

3,3X.

MINIMUM ROAS

Batas aman iklan.

Contoh:

4X.

TARGET ROAS

Target operasional.

Contoh:

5X.

IDEAL ROAS

Contoh:

6X+.

Maka dashboard mempunyai lampu lalu lintas:

🔴 <3,3
🟡 3,3-4
🟢 4-6
🚀 >6


MODUL 18

SCALING LADDER

Jangan:

Rp500 ribu/hari

langsung menjadi

Rp10 juta/hari.

Gunakan scaling berdasarkan kestabilan data.

Contoh konsep:

Stage 1

Testing

Stage 2

BEP

Stage 3

Profitable

Stage 4

Stable

Stage 5

Scale

Stage 6

Dominasi SKU

Scale hanya dilakukan ketika:

  • CVR stabil;

  • stok tersedia;

  • rating aman;

  • conversion bagus;

  • ROAS masih di atas floor;

  • profit tersedia.


MODUL 19

EVENT STRATEGY

Pada periode:

  • tanggal kembar;

  • payday;

  • campaign besar;

  • flash sale;

  • Ramadan;

  • Lebaran;

  • akhir tahun;

buyer intent berubah.

Jangan hanya menaikkan budget.

Siapkan:

ADS + STOCK + VOUCHER + PRICE + AFFILIATE + VIDEO + LIVE + CHAT

Traffic besar tanpa kesiapan conversion hanya menghasilkan CPC beraroma barbeque: budgetnya matang duluan. 🔥


MODUL 20

ORGANIC + ADS FLYWHEEL

Strategi matang:

Video / Affiliate

Traffic

Product Page

Conversion

Order

Review

Conversion naik

Ads lebih efisien

GMV naik

Ranking Produk

Organic Traffic

Repeat

Inilah:

SHOPEE GROWTH FLYWHEEL


MODUL 21

ATTRIBUTION SHOPEE ADS 2026

Mulai 7 Mei 2026, Shopee memperbarui atribusi Iklan Produk GMV Max.

Hasil iklan dapat mencakup pembelian dari:

  • pembeli yang mengklik iklan dan melakukan transaksi dalam 7 hari;

  • pembeli yang melihat iklan dan melakukan transaksi dalam 1 hari.

Artinya evaluasi campaign tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan asumsi klik terakhir. citeturn452984search2


LEVEL 3 DASHBOARD

Seller advanced sebaiknya mempunyai dashboard:

SKUSpendGMVROASCTRCPCCVRCPABE ROASProfitAction
A10jt70jt73%5008%6K3.5+SCALE
B5jt22jt4.44%4505%9K4+OPTIMIZE
C4jt8jt21%7002%35K4-FIX

DAILY MONITORING

Pantau:

  • spend;

  • GMV;

  • ROAS;

  • stok;

  • anomali campaign.

Jangan melakukan perubahan besar setiap hari tanpa alasan.


WEEKLY REVIEW

Setiap 7 hari:

TOP WINNERS

Produk mana menghasilkan GMV terbesar?

TOP ROAS

Produk mana paling efisien?

TOP SPENDER

Produk mana menghabiskan budget terbesar?

LOSER

Produk mana menghabiskan biaya tanpa conversion?

SCALE CANDIDATE

Produk mana layak mendapat budget lebih besar?


MONTHLY REVIEW

Lihat:

Total Ad Spend

Ads GMV

Total Store GMV

ROAS

Ads Contribution

Rumus:

Ads GMV ÷ Total GMV × 100%

Contribution Profit

Winning SKU

Losing SKU

New Product Success Rate


FRAMEWORK BESAR PELATIHAN

LEVEL 1

RUN ADS

Peserta mampu menjalankan iklan.

Fokus:

DATA


LEVEL 2

MAKE ADS PROFITABLE

Peserta mampu mengoptimasi iklan.

Fokus:

EFFICIENCY


LEVEL 3

SCALE ADS

Peserta mampu membesarkan campaign.

Fokus:

PROFITABLE GMV


FORMULA BESAR

LEVEL 1

TRAFFIC

Impression → Click

LEVEL 2

CONVERSION

Click → Order

LEVEL 3

SCALE

Order → GMV → Profit → Market Share


CASE STUDY FINAL

Produk:

Pembersih Rumah Tangga

Harga:

Rp89.000

Margin kontribusi sebelum iklan:

25%.

Maka:

BE ROAS:

4X

Hasil campaign:

Spend:

Rp5 juta

GMV:

Rp30 juta

ROAS:

6X

Karena:

6 > 4

campaign masih mempunyai ruang profit.

Pertanyaan Level 1:

Apakah iklannya sehat?

Ya.

Pertanyaan Level 2:

Apa yang harus dioptimasi?

CTR, CVR, CPA dan listing untuk memperbesar gap antara ROAS aktual dan BE ROAS.

Pertanyaan Level 3:

Apakah perlu scale?

Jika:

  • conversion stabil;

  • stok aman;

  • margin aman;

  • campaign sudah mempunyai data cukup;

maka campaign menjadi kandidat scaling.


UJIAN LEVEL 1

Peserta harus bisa menjawab:

  1. Apa itu CTR?

  2. Apa itu CVR?

  3. Apa itu CPC?

  4. Apa itu CPA?

  5. Apa itu ROAS?

  6. Bagaimana menghitung BE ROAS?

  7. Apa perbedaan GMV Max Auto dan ROAS?


UJIAN LEVEL 2

Peserta diberikan 10 campaign.

Mereka harus menentukan:

SCALE / KEEP / OPTIMIZE / STOP

berdasarkan:

  • ROAS;

  • CTR;

  • CVR;

  • CPC;

  • CPA;

  • BE ROAS.


UJIAN LEVEL 3

Peserta mendapatkan:

Budget:

Rp100 juta

Target GMV:

Rp700 juta

Target minimum ROAS:

5X

20 SKU tersedia.

Peserta harus membuat:

  • pembagian budget;

  • hero SKU;

  • produk testing;

  • target ROAS;

  • strategy scale;

  • stop-loss;

  • dashboard monitoring;

  • strategi campaign tanggal kembar.


PENUTUP PELATIHAN

Prinsip #1

Jangan mengejar ROAS tanpa memahami profit.

Prinsip #2

Jangan scale produk yang conversion-nya belum sehat.

Prinsip #3

Jangan mematikan campaign hanya karena performa satu hari.

Prinsip #4

Produk winning harus mendapatkan porsi budget terbesar.

Prinsip #5

Tetap testing produk baru.

Prinsip #6

Gunakan data, bukan perasaan.

Dan prinsip terakhir:

SHOPEE ADS BUKAN PERMAINAN “BERAPA BESAR BUDGET SAYA?”

Shopee Ads adalah permainan:

“BERAPA BESAR BUDGET YANG BISA SAYA BELANJAKAN SECARA PROFITABLE?”

Seller kecil bertanya:

“Berapa budget iklan yang aman?”

Seller yang sudah naik kelas bertanya:

“Kalau setiap Rp1 yang saya keluarkan menghasilkan profit, seberapa besar saya bisa scale?”

Itulah perbedaan antara pasang iklan dan membangun mesin pertumbuhan marketplace.


  • Belajar Shopee Ads dari Nol sampai Mahir: Panduan Level 1, 2 & 3
  • Strategi Shopee Ads 2026: Cara Optimasi GMV Max, ROAS dan Scale Penjualan
  • Tutorial Shopee Ads Lengkap untuk Pemula sampai Advanced Seller
  • Cara Iklan Shopee yang Benar: Testing, Optimasi dan Scaling Produk
  • Masterclass Shopee Ads: Rahasia Iklan Profit dan Scale GMV Marketplace
  • Panduan GMV Max Shopee Ads: Dari Testing Produk sampai Scale Omzet
  • Cara Meningkatkan Penjualan dengan Shopee Ads Level Pemula hingga Expert
  • Shopee Ads Level 1–3: Strategi Iklan Marketplace untuk Meningkatkan ROAS
  • Belajar GMV Max Shopee: Strategi Iklan, ROAS, Budget dan Produk Winning
  • Strategi Iklan Shopee untuk Seller: Dari Produk Baru hingga Winning Product
  • Bagikan insight Bantu artikel ini menjangkau lebih banyak pembaca.